Bedah Polis Property All Risk (PAR) atau Industrial All Risk (IAR) - Media Literasi Asuransi

Ad Placement

Ad Placement

Bedah Polis Property All Risk (PAR) atau Industrial All Risk (IAR)

Asuransi kebakaran yang sering kita dengar itu, menggunakan berbagai wording polis.  Apa itu wording polis? sederhananya, wording polis atau terjemahan bebasnya adalah "kalimat-kalimat dalam polis" merupakan kalimat-kalimat dalam polis yang berisi mengenai syarat-syarat dan ketentuan-ketentuan berbagai hal yang terkait dengan asuransi tersebut.  Misalnya ketentuan itikad terbaik dari para pihak, ketentuan pembayaran premi, ketentuan penyelesaian klaim dan ketentuan-ketentuan lainnya.

Wording polis yang biasa digunakan dalam asuransi kebakaran di Indonesia, paling tidak ada dua jenis, yaitu :

  • wording polis dari Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) yang dinamakan Polis Standar Asuransi Kebakaran Indonesia (PSAKI),
  • wording PAR/IAR Munich Re, salah satu perusahaan reasuransi dunia yang berkantor pusat di Kota Munich atau Muenchen, Jerman.

Nah, pembahasan kali ini adalah mengenai wording polis PAR atau IAR tersebut.  Kita bedah lebih dalam mengenai polis PAR atau IAR.

Polis PAR dan IAR itu sebenarnya sama.  Sedikit bedanya di penggunaan.  IAR untuk Industri dan PAR untuk Non Industri.  Isi original wording polisnya sama.  Akan mungkin berbeda, di jaminan-jaminan perluasannya.

Objek atau barang yang bisa diasuransikan dalam polis PAR atau IAR adalah :

  • Bangunan (building)
  • Mesin-mesin (machinery)
  • Stok
  • isi bangunan (contents)

Bagaimana menentukan harga pertanggungan dari masing-masing objek tersebut ?

Bangunan:

  • Informasi mengenai kontruksi bangunan serta luas area bangunan
  • Fotokopi Ijin Mendirikan Bangunan (IMB)
  • Fotokopi Pajak Bumi dan Bangunan (PBB)
  • Cek Harga Per Meter Persegi di lokasi pertanggungan (Jurnal Bahan Bangunan)

Mesin-mesin:

  • Daftar Asset Keseluruhan Mesin berikut harga serta tahun pembelian  
  • Spesifikasi Mesin yang akan diasuransi (Merk, Tipe, Tahun Pembuatan, Serial Number, Kapasitas Mesin, dll)
  • Penawaran Harga Baru untuk keseluruhan mesin
  • Informasi mengenai perawatan mesin (internal mekanik atau bengkel perawatan resmi)

Stock:

  • Daftar Stock Keseluruhan
  • Jenis serta Jumlah Stock 
  • Proses Produksi atau Detail Stock (merk, tipe, tahun pembelian, kapasitas) 
  • Kapasitas Produksi
  • Gambar Penyusunan Stock
  • Data Penjualan Stock (berdasarkan pesanan atau penjualan secara retail) 
Secara umum, polis PAR/IAR dibagi menjadi dua bagian (two sections) :

1. Material Damage (Kerusakan Material)
  • Atas objek yang dipertanggungkan sesuai polis.
  • Dalam masa pertanggungan
  • Di lokasi yang disebutkan dalam polis
  • Bersifat tidak terduga (unforeseen) dan tiba-tiba (sudden)
  • Tidak dikecualikan polis
2. Business Interruption (Gangguan Usaha)
  • Usaha yang dijalankan oleh Tertanggung terganggu atau terpengaruh sebagai akibat dari kerugian kehancuran atau kerusakan yang dapat diberi ganti rugi berdasarkan Bagian I, 
  • (the business carried on by the Insured is interrupted or interfered with in consequence of loss destruction or damage indemnifiable under Section I)
  • Tidak terduga : tidak tidak diketahui kapan, dimana dan bagaimana
  • Tiba-tiba: dulu tidak terjadi dan sekarang tidak dapat ditanggulangi dengan wajar
  • Musibah: penyebab dari luar

STRUKTUR POLIS PAR/IAR

1.  Preamble (Pembukaan).
2.  General Exclusion applying to all Sections.

3.  General Conditions applying to all Sections, yang terdiri dari :
      -  Definition
      -  Policy Voidable (Polis tidak dapat berlaku)
       -  Alteration
       -  Warranties
       -  Reasonable Precaution
       -  Right of Inspection
       -  Claims Procedure
       -  Indemnification (pemberian ganti rugi)
       -  Interest Payments
       -  Arbitration
       -  Subrogation 
       -  Other Insurance
       -  Period of Insurance
       -  Average
       -  Deductibles
       -  Sum Insured

Section I Material Damage
      1.  Special Exclusion to Section I
      2.  Special Conditions to Section I:
            -  Sum Insured
            -  Basis of Loss Settlement
            -  First Loss Insurance
            -  Debris Removal
            -  Capital Additions

Section II – Business Interruption
1.  Special Exclusion to Section II
2.  Basis of Insurance
3.  Definitions
     -  Gross Profit
     -  Uninsured Working Expenses
     -  Turnover
     -  Indemnity Period

Kita bahas satu persatu.

Preamble

Bahwa Tertanggung yang disebut dalam Ikhtisar  ini telah mengajukan kepada

PT. ………..

(yang selanjutnya disebut “Penanggung”) suatu permohonan tertulis dengan melengkapi Kuesioner bersama dengan pernyataan lain yang dibuat secara tertulis oleh Tertanggung yang untuk kepentingan polis ini dianggap menjadi kesatuan daripadanya,

maka polis asuransi ini menyatakan bahwa  dengan syarat Tertanggung telah membayar premi kepada Penanggung sebagaimana disebut dalam Ikhtisar dan tunduk pada syarat,  pengecualian, ketentuan dan kondisi yang terkandung di dalamnya atau yang dibuat endosemen padanya Penanggung akan memberi ganti rugi kepada Tertanggung sesuai dengan cara dan lingkup sebagaimana ditetapkan dalam polis ini.

General Exclusions

Penanggung tidak akan memberi ganti rugi kepada Tertanggung sehubungan dengan kerugian (termasuk kerugian lanjutan) kehancuran kerusakan atau biaya apapun juga langsung atau tidak langsung disebabkan oleh atau timbul dari atau yang diperburuk oleh:
  1. Perang, invasi, tindakan musuh asing, permusuhan atau operasi menyerupai  perang (baik perang dideklarasikan atau tidak) atau perang saudara; kerusuhan,  pemogokan,  penghalangan pekerja, tindakan jahat, penjarahan,  pembangkangan, huru-hara,  pembangkitan  militer,   pembangkitan rakyat, pemberontakan, revolusi,  kekuatan  militer atau pengambil-alihan kekuasaan militer,  penyitaan, pengambil-alihan atau nasionalisasi, tindakan terorisme.
  2. Radiasi ionisasi atau kontaminasi oleh radioaktivitas dari bahan bakar nuklir atau limbah nuklir dari pembakaran bahan bakar nuklir.
  3. tindakan sengaja atau kelalaian sengaja Tertanggung atau wakilnya (wilful  act  or  wilful negligence of the Insured  or  of  his  representatives).
  4. Penghentian pekerjaan total atau parsial (total  or  partial cessation of work).
Kita sedikit jelaskan mengenai Cessation of Work :
  • Cessation of work adalah proyek konstruksi berhenti tidak aktif “karena sejumlah alasan termasuk kekurangan arus kas, perselisihan pembayaran, kondisi cuaca, perubahan fokus sumber daya ke proyek lain atau bahkan jatuh tempo hingga bangkrutnya kontraktor atau pemberi kerja utama.
  • Dari perspektif asuransi, ketika sebuah proyek tidak aktif atau berhenti, eksposur risiko meningkat secara signifikan karena, bangunan, pabrik, peralatan, dan pekerjaan sementara dan permanen menjadi jauh lebih rentan terhadap kerusakan dan klaim tuntutan hukum.
  • Penjahat sering kali menargetkan proyek yang tidak aktif untuk mencuri logam berharga, mesin, dan bahan bangunan. Arsonis dapat menemukan bahan bakar yang melimpah dalam bentuk bahan yang tidak dijaga, struktur dan peralatan untuk dibakar, dan anak-anak tertarik bermain di lokasi bangunan yang meningkatkan potensi cedera serius atau kematian.

General Conditions

1.  Definitions

Ikhtisar, Bagian dan Endorsemen dan Kuesioner dianggap menjadi kesatuan pada dan bagian yang tidak terpisahkan dari Polis ini dan ungkapan “Polis ini” dimanapun digunakan di dalam kontrak ini harus dibaca sebagai termasuk Ikhtisar, Bagian, Endosemen dan Kuesioner.
Setiap kata atau ungkapan yang memiliki arti khusus yang terlekat di bagian manapun pada Bagian atau pada Endosemen atau Kuesioner mengandung arti yang sama dimanapun muncul pada Bagian, Endosemen atau Kuesioner tersebut.

2.  Policy Voidable (Polis dapat Tidak Berlaku)

Polis ini dapat menjadi tidak berlaku dalam hal  salah deskripsi, salah penyajian atau tidak diungkapkannya setiap keterangan materiil.


3.  Alteration (Perubahan)

3.1 Bagian I polis ini menjadi tidak berlaku berkenaan dengan  Harta Benda yang Diasuransikan dalam hal mana terdapat suatu perubahan setelah berlakunya asuransi ini:
3.1.1  karena pemindahan atau
3.1.2  dimana risiko kerugian kehancuran atau kerusakan meningkat atau
3.1.3 dimana kepentingan Tertanggung berakhir kecuali karena kehendak atau pelaksanaan hukum
kecuali jika diakui oleh Penanggung secara tertulis.
3.2   Bagian II Polis ini menjadi tidak berlaku jika setelah berlakunya asuransi ini
3.2.1 Usaha ditutup atau dijalankan oleh likuidator atau kurator atau dihentikan secara permanen atau
3.2.2  kepentingan Tertanggung berakhir selain karena kematian atau
3.2.3 suatu perubahan dibuat baik terhadap Usaha atau pada Lokasi atau harta benda di dalamnya dimana risiko terhadap kerugian kehancuran atau kerusakan meningkat
kecuali jika diakui oleh Penanggung secara tertulis.

4.  Warranties

Setiap warranties terhadap mana polis ini disyaratkan atau mungkin disyaratkan sejak saat warranties tersebut melekat akan berlaku dan terus berlaku selama berlakunya polis ini dan tidak dipenuhinya setiap warranties tersebut sejauh meningkatkan risiko kerugian, kehancuran atau kerusakan akan menjadi penghalang suatu klaim sehubungan dengan kerugian kehancuran atau kerusakan tersebut.

5.   Reasonable Precautions (Pencegahan Yang Wajar)

Tertanggung harus melakukan segala  tindakan   pencegahan yang wajar untuk mencegah   kerugian kehancuran atau kerusakan, misalnya atas biaya sendiri melakukan semua tindak pencegahan yang wajar, memenuhi semua rekomendasi yang wajar dari Penanggung untuk mencegah kerugian kehancuran atau kerusakan, mematuhi peraturan perundang-undangan dan rekomendasi pabrik.

6.  Right of Inspection (Hak Inspeksi)

Wakil Penanggung pada tiap waktu yang wajar berhak menginspeksi dan mengkaji risiko dan Tertanggung harus memberikan kepada wakil Penanggung semua keterangan rinci dan informasi yang diperlukan untuk penilaian risiko. Inspeksi / pemeriksaan tersebut tidak membebankan tanggung jawab apapun kepada Penanggung dan tidak dianggap sebagai jaminan bagi Tertanggung atas standar keselamatan operasinya.

7.  Claims Procedure

7.1  Dalam hal suatu kejadian yang dapat menimbulkan klaim berdasarkan Polis ini, Tertanggung harus:
  • segera memberitahu Penanggung melalui telepon atau telegram dan juga secara tertulis mengenai sifat dan tingkat kerugian kehancuran atau kerusakan
  • melakukan semua langkah yang berada di dalam kekuasaannya untuk memperkecil tingkat kerugian kehancuran atau kerusakan
  • menjaga bagian yang terkena dampak dan membuatnya tersedia untuk diinspeksi   oleh wakil atau surveyor Penanggung
  • menyerahkan semua informasi dan bukti dokumen yang diminta Penanggung.
  • segera memberitahu polisi yang berwenang dalam hal kehilangan atau kerusakan karena pencurian atau pembongkaran atau kerusakan akibat perbuatan jahat.
Setelah pemberitahuan diberikan kepada Penanggung sesuai kondisi ini, wakil Penanggung mempunyai kesempatan untuk menginspeksi kerugian kehancuran atau kerusakan sebelum suatu perbaikan atau perubahan dilakukan.  Jika wakil Penanggung tidak melakukan inspeksi dalam jangka waktu tertentu yang dapat dianggap cukup dalam situasi tersebut Tertanggung berhak melakukan perbaikan atau penggantian.

7.2. Tertanggung tidak berhak mengabandon harta benda kepada Penanggung baik yang diambil-alih oleh Penanggung atau tidak.
7.3 Tidak ada klaim yang dapat dibayar berdasarkan polis ini kecuali jika syarat-syarat dari Kondisi ini telah dipenuhi.
7.4 Kecurangan
Jika suatu klaim curang dalam hal apapun atau jika cara curang digunakan oleh Tertanggung atau oleh orang yang bertindak atas namanya untuk memperoleh manfaat berdasarkan polis ini atau jika suatu kerugian atau kehancuran pada atau kerusakan atas Harta Benda yang diasuransikan atau atas harta benda yang digunakan oleh Tertanggung di Lokasi untuk kepentingan Usaha disebabkan oleh tindakan sengaja atau kerjasama dengan Tertanggung semua manfaat berdasarkan Polis ini menjadi hilang. 

8.  Idemnification (Pemberian Ganti Rugi)

8.1 Penanggung akan memberi ganti rugi atas kerugian yang telah disetujui dalam waktu 30 (tiga puluh) hari setelah diterimanya laporan akhir dari penilai kerugian atau bukti kerugian yang setara (The Insurers shall indemnify  adjusted losses  within  30  (thirty)  days  after receipt of loss  adjuster's  final  report or equivalent proof of loss)
8.2 Tanggung jawab telah diakui, pembayaran   pendahuluan yang tidak melebihi jumlah minimal sesuai dengan  situasi yang ada   dapat diberikan 
8.3 Penanggung berhak menahan pemberian ganti rugi
jika terdapat keraguan sehubungan dengan hak Tertanggung untuk menerima ganti rugi, menunggu penerimaan oleh Penanggung bukti yang diperlukan
jika berkaitan dengan klaim suatu pemeriksaan oleh polisi atau penyelidikan berdasarkan hukum pidana telah dilakukan terhadap Tertanggung, menunggu penyelesaian pemeriksaan atau penyelidikan tersebut

9.   Interest Payment (Pembayaran Bunga)

Penanggung tidak bertanggung jawab membayar bunga selain bunga karena gagal bayar

10.  Arbitrase

Jika suatu perbedaan timbul mengenai jumlah  yang harus dibayar berdasarkan Polis ini (sebaliknya tanggung jawab telah diakui), perbedaan tersebut akan dirujuk pada keputusan Arbitrase yang ditunjuk secara tertulis oleh para pihak.

11. Subrogasi


12.  Asuransi Lain (Other Insurance)

Jika pada saat timbulnya suatu klaim berdasarkan Polis ini terdapat asuransi lain yang menanggung kerugian kehancuran atau kerusakan yang sama, Penanggung tidak bertanggung jawab membayar atau memberikan kontribusi lebih dari bagiannya secara proporsional dari klaim untuk kerugian kehancuran atau kerusakan tersebut.

13.  Period of Insurance (Jangka Waktu Asuransi)

Jangka waktu asuransi adalah satu tahun. Mulai dan berakhirnya adalah pada pukul 12 siang pada kedua tanggal yang tercantum dalam Ikhtisar. Asuransi ini secara otomatis diperpanjang untuk satu tahun, kecuali jika Penanggung atau Tertanggung meminta secara  tertulis pengakhiran pada tanggal berakhirnya, dengan menyampaikan pemberitahuan dalam waktu 30 hari

14.  Average (Pro-rata)

Bagian (Section) I:
Jika Harta Benda yang Diasuransikan pada suatu butir saat mulai terjadinya suatu kerugian kerusakan atau kehancuran yang diasuransikan secara kolektif nilainya lebih besar daripada harga pertanggungan butir tersebut, maka Tertanggung dianggap sebagai penanggungnya sendiri untuk selisihnya dan menanggung bagian sebanding dari kerugian tersebut.

Bagian (Section) II:
Asuransi ini terbatas pada hilangnya Laba Kotor karena (a) Penurunan Hasil Penjualan dan (b) Kenaikan Biaya Kerja dan jumlah yang dapat dibayarkan sebagai ganti rugi adalah:
  • sehubungan dengan Penurunan Hasil Penjualan : jumlah yang diperoleh dengan perkalian Tingkat Laba Kotor terhadap suatu jumlah dimana Hasil Penjualan selama Jangka Waktu Ganti Rugi kurang dari Hasil Penjualan Standar sebagai akibat dari kerugian kehancuran atau kerusakan
  • sehubungan dengan Kenaikan Biaya Kerja: pengeluaran tambahan yang perlu dan wajar yang timbul semata-mata untuk menghindari atau mengurangi Penurunan Hasil Penjualan yang mana pengeluaran tersebut seharusnya timbul selama Jangka Waktu Ganti Rugi sebagai akibat dari Insiden, tetapi tidak melebihi jumlah yang diperoleh dengan perkalian Tingkat Laba Kotor terhadap jumlah penurunan yang berhasil dihindari dikurangi dengan suatu jumlah yang dihemat selama Jangka Waktu Ganti Rugi sehubungan dengan biaya dan pengeluaran dari Usaha tersebut yang dapat dibayarkan dari Laba Kotor yang hilang atau berkurang sebagai akibat dari kerugian kehancuran atau kerusakan,  dengan syarat bahwa jika harga pertanggungan butir ini kurang dari jumlah yang diperoleh dengan perkalian Tingkat Laba Kotor terhadap Hasil Penjualan Tahunan (atau kelipatan yang naik secara proporsional jika Jangka Waktu Ganti Rugi Maksimal melebihi dua belas bulan) jumlah yang dapat dibayarkan berkurang secara proporsional.

15.  Deductibles (Risiko Sendiri)

Polis ini tidak menjamin jumlah risiko sendiri yang tercantum dalam Ikhtisar sehubungan dengan masing-masing dan setiap kerugian sebagaimana yang ditentukan setelah diberlakukannya semua syarat dan kondisi lain pada polis termasuk kondisi Pro-rata.

16.  Harga Pertanggungan

Harga pertanggungan tidak akan berkurang dengan suatu pembayaran ganti rugi

Special Conditions to Section I

1.  Harga Pertanggungan

Merupakan suatu syarat dari Asuransi ini bahwa harga pertanggungan yang tercantum dalam Ikhtisar tidak boleh kurang dari biaya pemulihan seandainya harta benda tersebut dipulihkan pada hari pertama Jangka Waktu Asuransi yang berarti biaya penggantian benda yang diasuransikan dengan benda baru dalam kondisi yang sama tetapi tidak lebih baik atau lebih ekstensif dari  kondisinya ketika baru.

Basis of Loss Settlement (Dasar Penyelesaian Kerugian)

Dalam hal suatu kerugian kehancuran atau kerusakan pemberian ganti rugi berdasarkan bagian ini harus dihitung atas dasar pemulihan atau penggantian harta benda yang hilang hancur atau rusak, tunduk pada  ketentuan-ketentuan berikut:

2.1 Pemulihan atau penggantian berarti:
  1. (1)  Jika harta benda hilang  atau hancur, konstruksi kembali suatu bangunan atau penggantian suatu harta benda lain dengan harta benda serupa, masing-masing dalam kondisi yang sama tetapi tidak lebih baik atau lebih ekstensif dari kondisinya ketika baru
  2. (2) Jika harta benda rusak, perbaikan kerusakan dan pemulihan bagian yang rusak dari harta benda ke suatu kondisi yang secara substansial sama tetapi tidak lebih baik atau lebih ekstensif dari kondisinya ketika baru.

2.2 Ketentuan Khusus:
  1. (1) Pekerjaan pemulihan (yang dapat dilaksanakan di lokasi lain dan dengan suatu cara yang sesuai dengan persyaratan Tertanggung dengan syarat tanggung jawab Penanggung karenanya tidak meningkat) harus dimulai dan dilaksanakan dengan cepat dan wajar jika tidak maka tidak ada pembayaran melebihi jumlah yang seharusnya dibayar berdasarkan polis ini jika seandainya ketentuan khusus ini tidak dibuat menjadi kesatuan daripadanya 
  2. (2) Jika suatu harta benda hilang, hancur atau rusak sebagian saja tanggung jawab Penanggung tidak akan melebihi jumlah yang mencerminkan biaya dimana Penanggung seharusnya membayar pemulihan kembali seandainya harta benda tersebut hancur seluruhnya
  3. (3) Jika pada saat pemulihan kembali jumlah yang mencerminkan biaya yang seharusnya dikeluarkan dalam pemulihan kembali seandainya keseluruhan harta benda yang dijamin oleh butir tersebut telah hancur melebihi harga pertanggungannya pada saat mulai terjadinya suatu kehancuran atau kerusakan maka Tertanggung dianggap sebagai penanggungnya sendiri untuk selisih antara harga pertanggungan dan jumlah yang mencerminkan biaya pemulihan kembali atas seluruh harta benda dan akan menanggung bagiannya secara proporsional dari kerugian tersebut.
  4. (4) Sampai biaya pemulihan kembali atau penggantian telah benar-benar timbul jumlah yang dapat dibayar berdasarkan masing-masing butir akan dihitung atas dasar nilai tunai sebenarnya dari butir-butir tersebut sesaat sebelum kerugian kehancuran atau kerusakan dengan memperhitungkan depresiasi untuk usia pemakaian dan kondisi.

3.  First Loss Insurance

3.1  Butir-butir yang disebut berikut ini dijamin atas dasar Kerugian Pertama,  dengan ketentuan jumlah tiap butir yang tercantum dalam Ikhtisar :
  • Uang dan meterai 
  • Sepeda dan Barang Pribadi lain milik karyawan
  • Dokumen, Naskah dan Buku Kegiatan Usaha: hanya nilai material sebagai alat-tulis beserta biaya tenaga kerja administrasi yang dikeluarkan untuk menulis kembali secara lengkap dan bukan nilai informasi bagi Tertanggung
  • Catatan Sistem Komputer: nilai material beserta biaya tenaga kerja administrasi dan waktu pengoperasian komputer yang dikeluarkan untuk mereproduksi catatan tersebut (tidak termasuk pengeluaran yang berkaitan dengan pembuatan informasi yang akan dicatat di dalamnya), tetapi tidak untuk nilai informasi yang terkandung di dalamnya bagi Tertanggung.
  • Pola, Model, Cetakan, Rencana dan Desain: suatu jumlah yang tidak melebihi biaya tenaga kerja dan material yang dikeluarkan dalam pemulihan kembali.

3.2 Debris Removal (Pemindahan puing)

Polis ini menjamin biaya yang diperlukan untuk pemindahan puing dari harta benda yang diasuransikan dari lokasi yang disebutkan sebagai akibat dari kerugian kehancuran atau kerusakan fisik yang diasuransikan berdasarkan polis ini.
Total tanggung jawab Penanggung untuk pemindahan puing terbatas pada jumlah yang tercantum dalam Ikhtisar.

4.  Capital Addition (Tambahan Kapital)

Asuransi berdasarkan polis ini, tunduk pada syarat dan kondisinya, diperluas untuk menjamin:
setiap bangunan, mesin dan peralatan lain yang baru diperoleh sejauh harta benda tersebut belum diasuransikan, dan
perubahan, penambahan dan perbaikan pada bangunan, mesin dan peralatan lain
selama jangka waktu asuransi pada suatu lokasi yang diasuransikan, dengan syarat bahwa:
  1. 1) pada tiap lokasi kenaikan ini tidak melebihi 5% dari total harga pertanggungan pada butir tersebut;
  2. 2) Tertanggung memberitahu Penanggung dalam waktu tiga bulan atas setiap keterangan tambahan kapital tersebut dan membayar premi tambahan sebagaimana yang diminta oleh Penanggung.
Polis PAR/IAR untuk section I (Material Damage) sangat sering ditambah klausul-klausul yang merupakan jaminan tambahan.  Pembahasan mengenai ini, kita diskusikan pada kesempatan berikutnya.

Business Interruption (Gangguan Usaha)

Kemudian, Section II dari polis PAR/IAR adalah Business Interruption (BI).  Berikut contoh sederhana dari Business Interruption :

1.  Yang Dijamin dalam BI --> GROSS PROFIT
2.  Menghitung rare of Gross Profit
  • Sales = Fixed Cost + Variable Cost + Net Profit
  • Gross Profit = Fixed Cost + Net Profit
  • Rate of Gross Profit (ROGP) = . . .  % sales.
Misal
Sales = Fixed Cost + Variable Cost + Net Profit
     Total sales = 100,000 + 700,000 + 200,000 = 1,000,000
Gross Profit = Fixed Cost + Net Profit
     Gross Profit = 100,000 + 200,000 = 300,000
Rate of Gross Profit (ROGP) = . . .  % of sales.
     ROGP = (300,000/1,000,000) x 100% = 30%.

4.  Fixed cost ? ---> terdiri dari: biaya sewa, biaya Bunga, upah/gaji.
5.  Variabel cost ? ---> terdiri dari : biaya bahan baku, air, gas, delivery cost, bahan bakar dll.

6.  Misal “period of interruption” 3 bulan, dari tanggal 1 Maret 2021 s/d 31 Mei 2021.  Maka “corresponding period” – nya adalah 1 Maret 2020 s/d 31 Maret 2020.  Corresponding period adalah acuan period of interruption tahun buku sebelumnya.
Misal, dari 3 bulan period of interruption tersebut diperoleh nilai kerugian BI (penurunan sales) sebesar $ 300,000.  Berarti ROGP = 30% of 300,000 = $ 90,000.

7.   Acuan buku 1 Maret 2020 s/d 31 Mei 2020 (tahun sebelumnya) sebagai acuan perhitungan mungkin tidak 100% akurat, oleh karenanya perlu adjustable trend mungkin naik atau turut tergantung situasi dan kondisi. Misal, adjustable trend naik 10% x $90,000 = $9,000.

8.  Penghematan mungkin diperoleh dari penghematan upah tenaga kerja, lembur, listrik, transportasi, sewa, dll yang berkurang penggunaannya selama masa interupsi. Misal, bisa menghemat $5,000.

9.  Misalnya dengan mendatangkan, membeli atau menyewa genset, mesin-mesin produksi utuk memppercepat pemulihan “period of interruption” misalnya dengan mengorbankan biaya (Increase Cost of Working) $1,000 dapat menghemat penurunan sales (turn over) sebanyak $5,000.

10.  Misal, Time Excess untuk 3 hari bernilai $3,000.

11.  Berapa ganti rugi BI yang harus dibayarkan ?

12.  Ganti rugi klaim BI :
  • Penurunan Sales (Turn Over) : $300,000
  • Rate of Gross Profit = 30% x Sales $300,000 = $90,000
  • Adjustable trend naik 10% x $90,000 = $9,000
  • Saving = $5,000
  • Increased Cost of Working (ICOW) = $1,000
  • Excess untuk 3 hari bernilai = $3,000
  • Average ? = kita asumsukan adequate

ROGP + Adjustable tren naik – Saving + ICOW 
90,000 + 9,000 – 5000 + 1000 = 95,000

95,000 – 3,000 = $ 92,000

*Contoh perhitungan BI diambil dari https://ahliasuransi.com/menghitung-klaim-%E2%80%9Cbusiness-interruption%E2%80%9D/g    




0 Comments

Subscribe to Our Newsletter