TRIPA SYARIAH, Tak Kenal ? Ta'aruf Yuuuk

Dalam dimensi waktu, TRIPA SYARIAH sudah tidak bisa dikatakan "anak-anak" lagi.  Insya Allah menuju 19 tahun pada 2 Juli 2021, sudah menginjak usia "remaja" yang penuh dinamika.  2 Juli 2002 merupakan tonggak lahirnya TRIPA SYARIAH.  Pada tanggal tersebut TRIPA SYARIAH memperoleh izin usaha untuk memberikan layanan bisnis asuransi umum syariah dari Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor Krp-146/KM.6/2002 sebagai Unit Usaha Syariah (UUS) dari PT Asuransi Tri Pakarta.

Bersinergi dengan TRIPA KANTOR PUSAT, layanan jaringan (networking services) nya menjangkau hampir seluruh Indonesia.  Pusat layanan atau kantor pusat Unit Usaha Syariahnya berlokasi di Jakarta Selatan, satu gedung dengan TRIPA Kantor Pusat.  Pusat layanan di Jakarta didukung oleh 3 kantor Unit Unit Layanan Syariah di lokasi strategis:  Surabaya, Bandung dan Banjarmasin.

Gambar 1. Jaringan Pemasaran TRIPA SYARIAH

Kantor-kantor Cabang dari TRIPA Pusat yang tersebar di 16 wilayah Indonesia berperan juga sebagai office channeling TRIPA Syariah.  Ke-16 office channelling tersebut berlokasi hampir di semua pulau-pulau besar Indonesia.  Di Pulau Jawa terdiri dari  kota-kota berikut:  Jakarta Harmoni, Jakarta Pondok Indah, Jakarta Sudirman, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, dan Malang.  Office channeling di Pulau Sumatera meliputi kota Medan, Pekanbanru dan Palembang.  Office channelling di Pulau Kalimantan dan Sulawesi berlokasi di kota-kota berikut : Banjarmasin, Balikpapan, Makassar, Manado.  Pulau Balipun tidak lepas
dari layanan office channelling, lokasinya berada di kota Denpasar.

Tidak cukup dengan office channelling, layanan TRIPA Syariah juga bersinergi dengan Kantor Perwakilan (Representative Office - RO) dari TRIPA PUSAT.  RO lebih banyak lagi mencakup seluruh pulau-pulau besar di Indonesia, dari Pulau Sumatera sampai Papua.  RO tersebut saat ini berjumlah 33 kantor.  Jika diurut berdasarkan abjad, kantor-kantor RO tersebut tersebar mulai dari Banda Aceh, Batam, Bekasi, Bengkulu, Bogor, Cirebon, Gresik, Jambi, Jayapura, Jember, Kediri, Kelapa Gading, Kendari, Kupang, Lampung, Mataram, Mojokerto, Padang, Palangkaraya, Palu, Pare-pare, Pematang Siantar, Pontianak, Purwokerto, Rengat, Samarinda, Serang, Solo, Sukabumi, Surabaya Kusumabangsa, Tangerang, Tarakan dan Tasikmalaya.

Prinsip syariah tidak memerintahkan seseorang untuk menyerahkan segala sesuatu kepada Yang Maha Kuasa, tanpa melakukan ikhtiar apapun sebelumnya.  Setiap insan diwajibkan untuk berusaha semaksimal mungkin menghidari bahaya. Salah satu hadits terkenal yang terkait dengan pentingnya usaha (ikhtiar) adalah:

 قَالَ عَمْرُو بْنِ أُمَيَّةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ : قُلْتُ : يَا رَسُوْلَّ اللَّةِ ! أُقَيّدُ رَاحِلَتِيْ وَأَتَوَكَّلُ عَلَى اللَّهِ، أَوْأُرْسِلُهَا وَأَتَوَكَّلُ؟ قَالَ : قَيِّدْهَا وَتَوَكَّلْ

“Amr bin Umayah Radhiyallahu ‘anhu berkata, ‘Aku bertanya, ‘Wahai Rasulullah !!, Apakah aku ikat dhulu unta (tunggangan)-ku lalu aku bertawakkal kepada Allah, atau aku lepaskan begitu saja lalu aku bertawakkal ? ‘Beliau menjawab, ‘Ikatlah kendaraan (unta)-mu lalu bertawakkallah”. [Musnad asy-Syihab, Qayyid ha wa Tawakkal, edisi 633, 1/368]

Hadits di atas menegaskan pentingnya pengelolaan atau mitigasi risiko dan salah satu penegasan bahwa risk management merupakan hal yang utama dalam Syariah Islam.  Salah satu cara pengelolaan risiko adalah dengan asuransi, tentunya asuransi yang sesuai dengan tuntutan syariah yaitu asuransi syariah.

Dengan dasar bahwa setiap insan harus berikhtiar maksimal, TRIPA SYARIAH pun berikhtiar optimal memberikan layanan-layanan produknya.  Produk TRIPA SYARIAH relatif lengkap selain itu tentu akan sangat menentramkan karena terhindar tiga hal yang biasa disingkat MaGhRib, yaitu : (1) maisir (untung-untungan atau judi), (2) ghoror (ketidakpastian akag), dan (3) riba.  Asuransi syariah mempunyai akad yang jelas sehingga terhindar dari unsur ghoror (ketidakjelasan akad).  Hal ini tidak lain karena prinsip dasar asuransi syariah adalah berbagi risiko (risk sharing) dimana dalam prinsip ini, risiko tidak dialihkan kepada perusahaan asuransi, risiko malah dikumpulkan dan menjadi risiko bersama (the risk is instead collected and jointly carried by a group of risk owners).  Skema mutual gurantee tersebut di-implementasikan dalam bentuk pool of fund atau disebut juga dana tabarru'.  Setiap klaim yang sah akan dibayarkan dari dana tabarru' ini. 

Dengan demikian, peran perusahaan asuransi bukan lagi sebagai penanggung, melainkan pengelola skema pembagian risiko.  Dengan konsep ini, pemilik risiko disebut peserta [bukan tertanggung (yang mengasuransikan)] dan perusahaan asuransi disebut operator (bukan penanggung).  Uang yang dibayarkan peserta untuk mengembangkan (memperbesar) dana tabarru' bukan lagi premi melainkan kontribusi.  Walaupun nampaknya istilah sumbangan lebih tepat karena uang yang dimasukkan ke dalam dana tabarru' oleh peserta dianggap sebagai sumbangan atau sumbangan dengan skema gotong royong (risk sharing).  

Konsep syariah tersebut ter-implementasi dalam produk-produk yang ditawarkan TRIPA SYARIAH.  Secara rinci, produk-produknya mencakup berbagai jenis asuransi sebagai berikut:

Asuransi Kebakaran Syariah

Produknya mulai dari asuransi kebakaran standar sampai asuransi kebakaran yang lengkap (property all risk, industrial all risk) dengan perluasan bencana alam banjir, gempa bumi, kerusuhan dan huru-hara, terrorisme dan sabotase.  Produk ini sesuai untuk ikhtiar melindungi properti mulai dari rumah tinggal sampai pabrik-pabrik yang complicated.  Besarnya kontribusi (premi) yang harus dibayar peserta untuk risiko kebakarannya sudah diatur oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Asuransi Kendaraan Bermotor Syariah

Desain asuransi kendaran bermotor syariah dibuat untuk ikhtiar memberikan kompensasi keuangan kepada peserta apabila kendaraannya mengalami kerugian atau kerusakan. Jaminannya, secara garis besar ada dua, yaitu (1) komprehensif (comprehensive) dan (2) kerugian total (total loss).  Jaminan komprehensif lebih luas yaitu selain menjamin kerusakan kendaraan, menjamin juga tuntutan hukum dari pihak ketiga akibat kerugian atau kerusakaan karena kendaraan yang diasuransikan tersebut.  Sedangkan kerugian total, memberikan kompensasi keuangan sebesar harga pasar kendaraan bermotor dikurangi dengan risiko sendiri apabila terjadi dua hal, yaitu (1) kendaraan bermotornya hilang dicuri dan (2) kendaraan bermotor mengalami kerusakan atau kerugian yang biaya perbaikannya lebih besar dari 75% dari harga pasar kendaraan tersebut.

Asuransi Pengangkutan Barang (Marince Cargo) Syariah

Asuransi ini adalah ikhtiar peserta dari kerugian atau kerusakan barangnya selama dalam perjalanan, baik perjalanan darat, laut maupun udara.  Rutenya bisa lokal maupun internasinal, bisa antar pulau dalam suatu negara, bisa juga lintas negara.

Asuransi Engineering Syariah

Asuransi ini dalam rangka ikhtiar peserta terhadap musibah yang mungkin terjadi atas proyek-proyek peserta maupun untuk mesin-mesin yang tidak terkait proyek.  Proyek tersebut misalnya proyek konstruksi sipil dan non-sipil, pembangunan power plant, jalan tol dan lain-lain.  Untuk non-proyeknya antar lain jenis asuransi engineering ini untuk meng-cover mesin-mesin industri.

Asuransi Kapal Laut Syariah

Sesuai namanya, asuransi ini memberikan kompensasi keuangan kepada peserta apabila kapalnya mengalami kerugian atau kerusakan akibat bahaya-bahaya laut.  Luas jaminannya secara umum terbagi dua, yaitu jaminan apabila kapal mengalami kerugian total (total loss) dan jaminan komprehensif yaitu jaminan terhadap kapal yang mengalami kerugian atau kerusakan dimana kerusakannya lebih dari risiko sendiri peserta yang biasanya besarnya risiko sendiri 1% dari harga kapal.

Asuransi Aneka Syariah

Asuransi aneka terdiri dari Asuransi untuk alat-alat berat (heavy equipment), asuransi kecelakaan diri (personal accident), asuransi uang, asuransi tanggung gugat (liability insurance). 

Kinerja Keuangan TRIPA SYARIAH

Sebagaimana sudah disampaikan di atas, bahwa kontribusi dari peserta akan terbagi menjadi dua yaitu dana tabarru' (dana milik seluruh peserta untuk pembayaran klaim) dan dana perusahaan, maka dalam laporan keuangannya juga menyajikan dua laporan yaitu laporan dana peserta dan laporan dana perusahaan.  

Penasaran dengan kinerja keuangan TRIPA SYARIAH? Ikhtisar keuangan TRIPA SYARIAH yang terdiri dari Asset Dana Perusahaan, Investasi Dana Perusahaan, Laba Dana Perusahaan dan Ekuitas Dana Perusahaan dapat dilihat pada Gambar 1 berikut:

Gambar 2.  Kinerja Keuangan Dana Perusahaan TRIPA Syariah 2016-2020

Bagaimana profile kinerja keuangan dana pesertanya?  Ikhtisar keuangan dana peserta TRIPA SYARIAH bisa kita lihat dari Gambar 2 berikut:

Gambar 3.  Kineja Keuangan Dana Peserta TRIPA Syariah 2016-2020

Apresiasi TRIPA SYARIAH dari pihak lain juga cukup tinggi.  Indikatornya cukup banyak penghargaan yang diperoleh dalam TRIPA SYARIAH seperti dapat kita lihat pada gambar berikut:

Gambar 4.  Penghargaan-penghargaa TRIPA SYARIAH

Belum puas dengan perkenalan mengenai TRIPA SYARIAH? Syukurlah kalau belum puas, itu yang diharapkan.  Mengapa? karena ketidakpuasan akan mendorong untuk terus dan terus mencari informasi-informasi lainnya. Dan, memang betul, masih cukup banyak aspek-aspek lain dari TRIPA SYARIAH yang belum disampaikan pada tulisan episode ini.  Dalam waktu yang tidak terlalu lama, insya Allah kita lanjut membahas sisi lain TRIPA SYARIAH.