Upaya Meningkatkan Minat Masyarakat terhadap Asuransi Umum Syariah

Minat masyarakat terhadap asuransi syariah lebih tinggi dibandingkan dengan minat masyarakat terhadap asuransi konvensional.  Demikian hasil survey Karim Consulting Indonesia yang dilakukan di 10 provinsi di Indonesia yaitu: (1) Aceh, (2) Banten, (3) Sulawesi Selatan, (4) Kalimantan Timur, (5) Jawa Barat, (6) DKI Jakarta, (7) Jawa Timur, (8) Sumatera Utara, (9) Sulawesi Utara dan (10) Bali.  

Asuransi syariah ada dua jenis, yaitu asuransi jiwa syariah dan asuransi umum syariah.  Asuransi syariah mana yang paling diminati masyarakat ?  Hasil survey Karim Consulting Indonesia menunjukkan bahwa sebagian besar masyarakat lebih berminat untuk memiliki asuransi jiwa syariah daripada memiliki asuransi umum syariah.  Temuan tersebut mengindikasikan bahwa kesadaran individu masyarakat terhadap asuransi jiwa syariah lebih tinggi daripada asuransi umum.

Temuan lain yang menarik adalah di sisi pemegang polis.  Asuransi jiwa syariah sangat dominan dalam pemegang polis, yaitu mencapai 70% dari total pemegang polis asuransi syariah.  Pemegang polis asuransi umum syariah hanya 10% dari total pemegang polis asuransi syariah.  Demikian pula, nasabah (pemegang) polis asuransi konvensional hanya sebesar 10%.  Sisanya 10% merupakan nasabah asuransi umum syariah sekaligus asuransi jiwa syariah.

Menurut kajian Karim Consulting, hal tersebut diduga disebabkan keputusan pemilihan asuransi jiwa syariah dilakukan pada level individu yang sangat dipengaruhi oleh keterlibatan emosional religius.  Sedangkan keputusan pemilihan asuransi umum dilakukan pada level perusahaan pemberi kredit konvensional.

Selanjutnya, Tim Karim Consulting menyimpulkan preferensi pemegang polis asuransi syariah sebagai berikut:

  • Faktor emosional religius lebih dominan dalam pemilihan asuransi jiwa dibandingkan asuransi umum.

  • Pemilihan asuransi jiwa dilakukan pada level individu (kecuali asuransi jiwa kelompok yang dibayar oleh perusahaan).  Hal ini menunjukkan kesadaran individu akan perlunya asuransi jiwa lebih tinggi mendorong timbulnya inisiatif individu.

  • Pemilihan asuransi umum (non-jiwa) dikaitkan dengan mitra asuransi lembaga keuangan yang memberikan fasilitas kredit (kecuali asuransi non-jiwa yang inisiatif individu).  Hal ini menunjukkan kesadaran individu akan perlunya asuransi umum (non-jiwa) lebih rendah daripada asuransi jiwa.  Kesadaran me-mitigasi risiko dalam asuransi umum lebih besar didorong oleh lembaga pembiayaan yang mewajibkan untuk menggunakan asuransi.

Strategi Meningkatkan Minat Masyarakat terhadap Asuransi Umum Syariah 

Hasil survey Karim Consulting di atas memberikan tantangan tersendiri bagi asuransi umum syariah karena beberapa hal, antara lain: (1) pemilihan asuransi umum syariah tidak didominasi oleh faktor emosional religius, (2) kesadaran individu akan perlunya asuransi umum syariah lebih rendah daripada asuransi jiwa, dan (3) pemilihan asuransi umum lebih dikaitkan dengan mitra asuransi lembaga keuangan.

Faktor emosional religius tidak dominan dalam pemilihan asuransi umum syariah.  Dengan demikian faktor-faktor rasional benefit yang harus dikedepankan oleh asuransi umum untuk menarik minat masyarakat. Layanan prima atau service excellent yang harus didorong oleh asuransi umum dalam rangka menarik minat masyarakat.

Layanan prima (service excellent) yang bisa menjadi andalan asuransi umum, menurut pengamatan penulis diantaranya sebagai berikut:

1.  Kecepatan Penerbitan Polis

Asuransi termasuk juga asuransi umum adalah intangible product yaitu produk yang tidak berwujud secara fisik sebagai mana produk mobil, televisi dan sejenisnya.  Polis yang cepat sampai ke nasabah/peserta dapat memberikan rasa nyaman dan tenang pemengang polis bahwa risikonya telah terproteksi dengan baik oleh perusahaan asuransi sehingga walau intangible tapi seolah bisa dirasakan adanya. Apalagi kalau bentuk polis nya menarik, eye-catching dan elegant, tentu akan meningkatkan citra perusahaan dimata nasabah/peserta.  Sisi lain, kecepetan penerbitan polis menunjukkan reputasi perusahaan yang dapat dipercaya karena cepat dalam pelayanannya.

2.  Sarana Pembayaran Kontribusi yang Mudah

Era disrupsi teknologi saat ini, mengharuskan perusahaan asuransi syariah mampu memberikan sarana pembayaran kontribusi (premi) yang mudah diakses oleh nasabah.  Di era saat ini, nasabah dimanjakan dengan berbagai fasilitas kemudahan dengan adanya teknologi informasi (internet).  Mobile application bisa menjadi salah satu alternatif.  Jika tidak ada fasilitas ini, nasabah rasanya akan enggan untuk bersusah payah membayar kontribusi.

3.  Layanan Klaim yang Cepat dan Akurat

Pembayaran klaim menjadi hal penting dalam layanan prima (service excelent) perusahaan asuransi, apalagi asuransi umum syariah.  Pembayaran klaim tepat waktu adalah bukti kesungguhan dari perusahaan asuransi umum syariah memberikan bukti, tidak hanya janji pada awal menjadi nasabah.  Proses klaim yang cepat, tepat, akurat dan tidak bertele-tele adalah faktor kunci kepercayaan (trust) nasabah terhadap asuransi.  Layanan klaim yang prima yang dirasakan nasabah tentu akan disampaikan oleh nasabah tersebut kepada pihak lain, marketing by mouth atau 'pemasaran dari mulut ke mulut'.  Hal ini akan memberikan keuntungan bagi kedua belah pihak, nasabah puas, perusahaan mendapatkan promosi gratis.

4.  Surplus Underwriting

Salah satu kelebihan asuransi syariah yang sudah inherent di dalam sistemnya adalah adanya pembagian surplus underwriting dana tabarru' kepada nasabah/peserta.  Surplus ini harus dikelola dengan baik agar menjadi nilai tambah utama bagi asuransi umum syariah terutama nilai tambah dimata masyarakat awam yang akan merasakan benefitnya bahwa kontribusinya 'tidak hangus' apabila tidak ada klaim.

5.  Pendekatan Intensif kepada Mitra/Lembaga Keuangan Syariah

Sebagaimana telah disampaikan di atas bahwa pemilihan asuransi umum lebih dominan dikaitkan dengan mitra asuransi lembaga keuangan yang memberikan fasilitas kredit, seperti bank syariah, leasing syariah dan sejenisnya.  Dengan demikian, pendekatan intensif kepada lembaga-lembaga ini suatu hal yang sangat penting yang harus dilakukan.  Perlu cara dan strategi khusus dalam melakukannya agar menjadi market leader di lembaga tersebut.

Paling tidak itulah 5 hal utama yang diharapkan dapat mendorong asuransi umum syariah lebih diminati oleh masyarakat. Tentu masih banyak faktor-faktor lain yang bisa dikaji untuk mencapai tujuan tersebut.  Masih terbuka ruang untuk menjadikan asuransi umum syariah lebih diminati di masyarakat.

Referensi:
Karim Consulting Indonesia (Februari 2021), Outlook Asuransi Syariah 2021.



0 Comments

Post a Comment