√ Kelebihan Asuransi Syariah (Bagian 1): Mencermati Statistik Asuransi Syariah 2019 - LiterasiAsuransi.com

05 October 2020

Kelebihan Asuransi Syariah (Bagian 1): Mencermati Statistik Asuransi Syariah 2019

Ilustrasi Asuransi Syariah

Kinerja Asuransi Syariah 2019


Sebelum membedah kelebihan asuransi syariah, kita lihat kinerjanya selama 2018 dan 2019.  Berdasarkan statistik OJK-IKNB (Otoritas Jasa Keuangan - Industri Keuangan Non Bank) syariah 2019, total perusahaan asuransi syariah berjumlah 62 perusahaan, terdiri dari:
Perusahaan Asuransi Syariah Indonesia 2019
Asset asuransi syariah (asuransi jiwa, umum dan reasuransi syariah) pada 2019 sudah mencapai Rp 45,45 trilyun, naik 8,33% dari Rp 41,96 trilyun pada 2018.  Sementara kontribusi (istilah premi di asuransi konvensional) yang berhasil dihimpun asuransi syariah pada 2019 sebesar Rp 16,7 trilyun, naik 8,69% dari Rp 15,37 trilyun pada 2018.  

Peningkatan kontribusi asuransi syariah berasal dari peningkatan kontribusi asuransi jiwa syariah (8,74%) dan reasuransi syariah (10,71%). Kontribusi asuransi umum syariah sedikit mengalami penurunan sebesar 1,08% dari Rp 1,85 trilyun pada 2018 menjadi Rp 1,83 triyun pada 2019.

Highlight statistik asuransi syariah 2019 dapat dilihat pada tabel berikut:
Statistik Asuransi Syariah 2019
Ikhtisar statistik asuransi syariah 2018 ditunjukkan pada tabel berikut:
Statistik Asuransi Syariah 2018
Pertumbuhan beberapa indikator penting asuransi syariah 2019 dibandingkan tahun 2018 dapat dilihat pada tabel berikut:
Statistik Pertumbuhan Asuransi Syariah 2018-2019
Kontribusi asuransi syariah 2019 dibandingkan 2018 memang mengalami peningkatan, namun jika dibandingkan dengan premi asuransi konvensional, porsi asuransi syariah masih relatif kecil.  Asuransi konvensional (asuransi jiwa dan umum) pada 2019 membukukan premi sebesar Rp 255,12 trilyun, berarti porsi asuransi syariah baru sebesar 6,5% dari total premi asuransi konvensional.

Rendahnya market share asuransi syariah seiring dengan tingkat penetrasi yang juga rendah, yaitu hanya 0,113% pada 2019 dan 0,104 pada 2018.  Sedangkan asuransi konvensional penetrasinya sudah mencapai 1,719% pada 2019.

Penetrasi yang rendah salah satunya boleh jadi karena faktor literasi asuransi syariah yang masih rendah. Indeks literasi asuransi syariah hanya 2,51% dan inklusi asuransi syariah hanya 1,92% berdasarkan survey nasional literasi asuransi dan inklusi keuangan 2016 oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Salah satu ikhtiar untuk meningkatkan literasi asuransi syariah adalah terus menyebarluaskan informasi mengenai kelebihan-kelebihan asuransi syariah.

Prinsip syariah tidak memerintahkan seseorang untuk menyerahkan segala sesuatu kepada Yang Maha Kuasa, tanpa melakukan ikhtiar apapun sebelumnya.  Setiap insan diwajibkan untuk berusaha semaksimal mungkin menghidari bahaya. 

Salah satu hadits terkenal yang terkait dengan pentingnya usaha (ikhtiar) adalah:

 قَالَ عَمْرُو بْنِ أُمَيَّةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ : قُلْتُ : يَا رَسُوْلَّ اللَّةِ ! أُقَيّدُ رَاحِلَتِيْ وَأَتَوَكَّلُ عَلَى اللَّهِ، أَوْأُرْسِلُهَا وَأَتَوَكَّلُ؟ قَالَ : قَيِّدْهَا وَتَوَكَّلْ

“Amr bin Umayah Radhiyallahu ‘anhu berkata, ‘Aku bertanya, ‘Wahai Rasulullah !!, Apakah aku ikat dhulu unta (tunggangan)-ku lalu aku bertawakkal kepada Allah, atau aku lepaskan begitu saja lalu aku bertawakkal ? ‘Beliau menjawab, ‘Ikatlah kendaraan (unta)-mu lalu bertawakkallah”. [1]

Hadits di atas menegaskan pentingnya pengelolaan atau mitigasi risiko dan salah satu penegasan bahwa risk management merupakan hal yang utama dalam Syariah Islam.  Salah satu cara pengelolaan risiko adalah dengan cara asuransi, tentunya asuransi yang sesuai dengan tuntutan syariah yaitu asuransi syariah.

Asuransi syariah tidak sekedar memberikan ketenangan (peace of mind), namun mempunyai kelebihan-kelebihan lain.  Kelebihan lain dari asuransi syariah ini akan kita bahas pada bahasan berikutnya, "Kelebihan Asuransi Syariah (Bagian 2)". Jangan lupa terus menyimak :).

=======
Referensi:
  1. https://www.ojk.go.id/id/kanal/syariah/data-dan-statistik/iknb-syariah/Pages/Statistik-IKNB-Syariah-Periode-Desember-2019.aspx
  2. [1] . Musnad asy-Syihab, Qayyid ha wa Tawakkal, edisi 633, 1/368; https://almanhaj.or.id/965-bertawakal-kepada-allah.html






Get notifications from this blog