√ READable, Salah Satu Cara Memasarkan 'Cat Risks' - LiterasiAsuransi.com

19 September 2020

READable, Salah Satu Cara Memasarkan 'Cat Risks'

Potensi bencana begitu nyata di negera Indonesia.  Gempa bumi mengintai. Pada 2018 saja terjadi 3 gempa besar.  Lombok, Palu & Donggala serta Selat Sunda.  Sedikit ke belakang, terjadi Gempa Padang pada 2019 dan Gempa Yogya pada 2002.  Belum gempa lain yang goncangannya relatif kecil.  

Tidaklah heran banyak gempa di negara kita karena Indonesia terletak diantara ring of fire (cincin api) yang membentang dari Nusa Tenggara, Bali, Jawa, Sumatera lanjut ke Himalaya, Mediterania dan berujung di Samudera Atlantik. Ring of fire adalah zona dimana terdapat banyak aktifitas seismik yaitu aktifitas di dalam kerak bumi seperti adanya patahan atau adanya ledakan.  Energi ini akan merambat ke seluruh bagian bumi.  Efek yang ditimbulkan dari gangguan seismik [pergerakan lempeng (tektonik), bergeraknya patahan, aktivitas gunung api (vulkanik) adalah apa yang kita kenal sebagai fenomena gempa bumi.

Tsunami juga merupakan salah satu potensi bencana di negara kita.  Wajar tentunya karena Indonesia dikelilingi oleh lautan. Tsunami Aceh pada 26 Desember 2004 adalah salah satu bencana tsunami yang besar, sangat banyak menelan korban jiwa dan harta.  Gempa Palu pada 28 September2019 menimbulkan tsunami juga bahkan disertai likuifaksi, fenomena tanah bergerak.  Penggemburan tanah akibat gempa magnitudo 7,4 skala richter adalah faktor yang menyebabkan likuifaksi. Rumah bisa amblas ke dalam bumi.  Ratusan rumah ditelan bumi termasuk penghuninya yang tidak sempat menyelamatkan diri.

Kemudian, bencana banjir seperti sudah jadi 'langganan' di daerah tertentu.  Ada banjir tahunan, ada banjir siklus sekian tahunan (5 tahun, 10 tahun). 

Bencana, yang beberapa contohnya telah disebutkan di atas - gempa bumi, banjir, tsunami - adalah jenis risiko katastrop (catastrophical risks, cat risks).  Dampak cat risks menimbulkan kerusakan yang massive dan korban jiwa yang besar serta mencakup wilayah yang luas.

Risiko bencana alam dapat menimpa kepada siapa saja dan kapan saja, namun rasanya kesadaran orang terhadap risiko tersebut masih relatif rendah.  Boleh jadi hal ini terkait dengan pola risiko cat risks atau bencana alam yang bersifat:
-  Low probability but high consequences, ditambah
-  ada mindset: it may never happen to me.

Upaya agar setiap orang menyadari atau aware dengan cat risks atau bencana alam adalah menjadikan informasi, himbauan atau bahkan iklan cat risks tersebut READable. "Readable" disini tentu bukan dapat dibaca, tetapi singkatan dari:  RelevantEasyActionable, dan Distributed.


Untuk mudahnya, contoh berikut bisa lebih menjelaskan aplikasi dari READable tersebut:


Contoh pertama:


"Selama tahun 2018, telah terjadi 2.426
natural disaster atau bencana alam".
Informasi atau iklan atau apapun namanya, saya yakin pernyataan tersebut belum menghentak.  Seolah kita 'rabun jauh'. Paling kita membenarkan, "ya betul, bencana alam banyak sekali ya", atau "oh.... banyak sekali ternyata bencana alam di dunia ini".

Supaya tidak 'rabun jauh', pernyataan di atas harus 'diturunkan' menjadi informasi yang lebih rinci dan menghentak:
Tahun 2018, terjadi 2.426 bencana alam.  Berarti, kejadian bencana alam tersebut terjadi 6 kali setiap hari, 3 kali setiap 3 jam, dimanapun disekitar kita!!  Bisa saja terjadi ketika anda sedang rapat atau bahkan terjadi ketika anda sedang ngopi bareng teman-teman!!!  Are you disaster ready segera hubungi TRIPA CALL di 1500946.

Contoh kedua:


"Kerugian keuangan (financial losses) akibat bencana alam mencapai Rp 22 Trilyun per tahun".

Statement tersebut perlu dipertajam:

Kerugian keuangan akibat bencana alam mencapai Rp 22 Trilyun setiap tahun.  Berarti terjadi kerugian Rp 60 Milyar per hari, Rp 2,5 Milyar per jam!!!  Artinya, setara dengan 5 rumah hancur setiap jam!!  Bencana bisa terjadi dimanapun, kapanpun. Are you disaster ready? segera hubungi TRIPA CALL di 1500946.

Intinya, making data contextually relevant matters, frequency matters, engaging content matters and call to action is imminent.

Get notifications from this blog